Pengertian
Manajemen Laba
Scott (2006:344) membagi
cara pemahaman atas manajemen laba menjadi dua. Pertama melihatnya sebagai
perilaku oportunis manajemen untuk memaksimalkan utilitasnya dalam menghadapi
kontrak kompensasi, kontrak utang, dan political costs (Oportunistic Earnings Management). Kedua, dengan memandang
manajemen laba dari perspektif efficient contracting (Efficient Earnings Management), dimana manajemen laba memberi
manajer suatu fleksibilitas untuk melindungi diri mereka dan perusahaan dalam
mengantisipasi kejadian – kejadian tak terduga untuk keuntungan pihak – pihak
yang terlibat dalam kontrak. Dengan demikian, manajer dapat mempengaruhi nilai
pasar saham perusahaannya melalui manajemen laba, misalnya dengan membuat
perataan laba (income smoothing) dan pertumbuhan laba sepanjang waktu.
Selanjutnya Scott (2000:302)
dalam Rahmawati dkk. (2006) mengemukakan beberapa terjadinya motivasi manajemen
laba, yaitu:
1.
Bonus
Purposes; Manajer yang memiliki informasi atas laba bersih
perusahaan akan bertindak secara oportunistik untuk melakukan manajemen laba
dengan memaksimalkan laba saat ini (Healy, 1985 dalam Rahmawati dkk. (2006))
1.
Political
Motivation; Manajemen laba digunakan untuk mengurangi laba yang
dilaporkan pada perusahaan publik. Perusahaan cenderung mengurangi laba yang
dilaporkan karena adanya tekanan publik yang mengakibatkan pemerintah
menetapkan peraturan yang lebih ketat.
2.
Taxation
Motivation; Motivasi penghematan pajak menjadi motivasi manajemen
laba yang paling nyata. Berbagai metode akuntansi digunakan dengan tujuan untuk
penghematan pajak pendapatan.
3.
Pergantian
CEO;
CEO yang mendekati masa pensiun akan cenderung menaikkan pendapatan untuk
meningkatkan bonus mereka. Dan jika kinerja perusahaan buruk, mereka akan
memaksimalkan pendapatan agar tidak diberhentikan.
4.
Initial
Public Offering (IPO); Perusahaan yang akan go public belum
memiliki nilai pasar, dan menyebabkan manajer perusahaan yang akan go public
melakukan manajemen laba dengan harapan dapat menaikkan harga saham perusahaan.
5.
Pentingnya
Memberi Informasi kepada Investor; Informasi mengenai kinerja
perusahaan harus disampaikan kepada investor sehingga pelaporan laba perlu
disajikan agar investor tetap menilai bahwa perusahaan tersebut dalam kinerja
baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar